HUJAN ABU VULKANIK MELANDA CANDI BOROBUDUR

Rabu pagi itu Candi Borobudur terlihat sangat indah dari kejauhan, seperti kue ulang tahun raksasa yang ditaburi gula.
Luar biasa! Memang tanpa itupun Candi Borobudur memang sangat indah dan menarik untuk dinikmati, akan tetapi pagi itu lain ceritanya. Apa yang kelihatan putih seperti gula dari jauh itu adalah abu vulkanik yang berasal dari Gunung Merapi, yang konon merupakan gunung api paling aktif di dunia. Pasca letusan Gunung Merapi pada hari Selasa 26 Oktober 2010 pukul 17.05 beberapa daerah di sekitar lereng gunung tersebut diguyur hujan abu vulkani, tak terkecuali Candi Borobudur. Itulah saat di mana Gunung Merapi menyampaikan “keramahtamahannya”! Foto di atas menunjukkan luncuran awan panas (wedhus gembel) dengan suhu 500 – 600 derajat Celcius, yang dapat menghanguskan sebagian besar benda yang dilewatinya.
Melihat kondisi ini, Balai Konservasi Peninggalan Borobudur sebagai institusi yang bertanggung jawab langsung atas kelestarian Candi Borobudur mengambil langkah-langkah penanganan. Balai langsung berkoordinasi dengan PT. Taman Wisata Balai Konservasi Peninggalan Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko untuk menutup sementara beberapa bagaian dari Candi Borobudur untuk kunjungan wisata karena akan dilaksanakan pembersihan batu-batu candi dari abu vulkanik. Sebelum dibersihkan petugas Balai menguji tingkat keasaman serta mengambil sampel abu vulkanik untuk dianlisis di laboratorium. Di samping itu disisakan dan diisolasi beberapa blok batu yang terdapat abu vulkanik untuk diamati secara berkala. Pengamatan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh abu vulkanik terhadap batu dan pertumbuhan organisme seperti lumut dan algae. Dari pengujian di lapangan tingkat keasaman (pH) abu vulkanik adala 4 – 5 yang berarti bersifat asam. Tingkat keasaman seperti ini sangat berbahaya bagi batu-batu Candi Borobudur, oleh sebab itu dibutuhkan metode dan teknisk usus untuk membersihkannya.
Upaya pembersihan pertama yang dilakukan adalah pembersihkan secara kering, ini untuk menghindari abu vulkanik tersebut masuk kesela-sela batu dan masuk sistem drainase, karena hal ini dapat menimbulkan dampak negatif terhadap batu-batu Candi Borobudur. Pembersihan secara kering dilakukan dengan menyapu, menyikat, dan mengumpulkan abu vulakanik semaksimal mungkin kemudian dibuang. Kemudian digunakan Vacuum Cleaner untuk menghisap abu sehingga batu-batu Candi Borobudur bersih. Setelah bersih akan dilanjutkan dengan pembersihan secara basah menggunakan steam cleaner sehingga batu-batu Candi Borobudur benar-benar bersih dari abu vulkanik dan siap untuk dikunjungi wisatawan seperti sebelumnya. (Siregars)
Data Arsip
- ► 2012 (16)
- ► Mei (5)
- ► April (3)
- ► Maret (2)
- ► Pebruari (2)
- ► Januari (4)
- ► 2011 (95)
- ► Desember (3)
- ► November (3)
- ► Oktober (5)
- ► September (7)
- • Kunjungan Direktur Tinggalan Purbakala
- • Workshop on Conservation Treatment under Natural Disaster
- • Lantai 8, 9, 10 Candi Borobudur Kembali Dibuka
- • Sekolah Lapang Iklim di BKP Borobudur
- • Lakukan Perbaikan Kebocoran, Dinding Candi Dibongkar
- • Kunjungan Wakil Perdana Menteri China Di Borobudur
- • Halal Bihalal Balai Konservasi Peninggalan Borobudur
- ► Agustus (6)
- ► Juli (6)
- ► Juni (13)
- • Meditasi Richard Gere di Borobudur
- • Ayo Rawat Borobudur!!!
- • Kunjungan World Committee of Tourism Ethics di Candi Borobudur
- • Studi Eskursi Mahasisawa Teknik Sipil UI di Candi Borobudur
- • BKP Borobudur Peringati HUT Purbakala ke-98
- • Sosialisasi Undang-Undang Cagar Budaya No. 11 Tahun 2010
- • Jalan Sehat Memperingati HUT Purbakala Ke-98
- • Studi Strategis Lemhanas di Candi Borobudur
- • Diskusi Bulanan BKP Borobudur
- • Kuliah Lapangan Jurusan Arkeologi UGM di Balai Konservasi Peninggalan Borobudur
- • Temuan Situs Struktur Bata Di Bawongan
- • Polisi Masyarakat untuk Terwujudnya Lingkungan Tertib dan Aman
- • Rapat Bulanan BKP Borobudur
- ► Mei (17)
- • Aksi Bersih-Bersih Candi Borobudur
- • BKP BOROBUDUR TURUT ANDIL DALAM PAMERAN PERPUSTAKAAN DAN ARSIP “JASMERAH”
- • Meniti Jejak Peradaban 2011
- • Bimbingan Teknis Tenaga Pelatih Konservasi dan Pemugaran 2011
- • Senam Jumat Pagi BKPB
- • Pameran Perpustakan dan Arsip
- • RELAWAN MASYARAKAT SEKITAR CANDI “KLASTER”
- • MENITI JEJAK PERADABAN 2011
- • Prosesi Waisak 2555 BE / 2011
- • Upacara Gelar Pasukan PAM Waisak 2555 BE/2011
- • Uji Efektifitas Nat, Selasar Barat Daya Candi Borobudur Di Bongkar
- • Kunjungan De Nederlandse Spoorwegen Di Borobudur
- • Restorasi Dan Monitoring Warisan Dunia Di Yunani
- • Pelatihan Pelestarian Cagar Budaya 2004 - 2011
- • Perekaman Data dan Pendokumentasian Penyelamatan Situs Cagar Budaya Jatigede
- • PERINGATAN TRI SUCI WAISAK 2555 BE/2011 DI CANDI BOROBUDUR
- • KUNJUNGAN MENPORA INDIA KE CANDI BOROBUDUR
- ► April (6)
- ► Pebruari (5)
- ► Januari (24)
- • KUNJUNGAN DIREKTUR UNESCO OFFICE JAKARTA
- • Kesemaptaan Satpam BKPB dan TWCB
- • Kunjungan Direktor Unesco Office Jakarta
- • HUT Ke-30 Satpam
- • Pohon besar tumbang di Sekitar Candi
- • Dampak Bencana Pada Sektor Pariwisata Di Situs Warisan Budaya Dunia
- • Jenis Dan Bentuk Pengobatan Pada Relief Candi Borobudur
- • MISTERI BAHAN LUKISAN PRASEJARAH MAROS-PANGKEP
- • Pelatihan Satuan Pengaman Warisan Dunia
- • MISTERI BAHAN LUKISAN PRASEJARAH MAROS-PANGKEP
- • Topik-Topik Studi Balai Konservasi Peninggalan Borobudur 2008
- • Rencana Kegiatan BKPB
- • UNESCO MENGERAHKAN RELAWAN
- • MAHASISWA MEMBERSIHKAN CANDI BOROBUDUR
- • CANDI BOROBUDUR DIBUKA KEMBALI UNTUK UMUM
- • Kunjungan Menbudpar ke Kawasan Candi Borobudur
- • CANDI BOROBUDUR KEMBALI DIGUYUR ABU VULKANIK MERAPI
- • HUJAN ABU VULKANIK MELANDA CANDI BOROBUDUR
- • Struktur Organisasi Tata Kerja
- • Kegiatan Pelestarian
- • Galeri Foto
- • FASILITAS
- • CANDI BOROBUDUR
- • BKP Borobudur
Kategori
- Agenda ( 5 )
- Berita ( 88 )
- Hasil Studi / Kajian ( 4 )
- Pelatihan Pelestarian Cagar Budaya ( 4 )
- sekilas info ( 4 )

